Pentingnya Bismillah menurut Tafsir Gus Baha

oleh -664 Dilihat
oleh

SPARTNEWS.id – Bagi setiap orang islam hendaknya tahu dan mengamalkan bismillah dalam segala aktivitasnya, Baik itu yang bersifat urusan dunia maupun akhirat.
pentingnya baca  Bismillahirrahmanirrahim dijelaskan Gus Baha dalam salah Satu pengajiannya yang beredar dan dikutip dari ngajikiayi.com berikut penjelasannya.
Gus Baha merupakan salah satu ulama’ yang menjelaskan ilmu tauhid dengan sangat baik, bahkan Gus Baha telah banyak meng islamkan orang-orang nasrani dan orang-orang ateis(tidak percaya adanya Tuhan), dengan bekal lmu tauhidnya yang dia dapat dari belajar pada guru-guru beliau saat di pondok pesantren dan belajar dari berbagai banyak kitab karangan ulama’-ulama’ yang hebat seperti kitab Hikam yang ditulis oleh Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Gus Baha sering sekali diajak debat orang-orang ateis yang dimana orang-orang ateis tersebut setelah berdebat dengan Gus Baha yang akhirnya banyak yang menjadi islam. Karena dalam mengajarkan ilmu tauhid beliau sangat dapat diterima dengan logika fikiran dengan sangat baik yang dimana dapat meruntuhkan pemikiran-pemikiran orang-orang Ateis tersebut.

Dalam ceramahnya beliau menegaskan bahwa bahanya mengucapkan “setelah makan pasti kenyang itu syirik”.

syirik ialah dosa besar dengan cara meyakini bawa ada tuhan selain Allah SWT , dan dosa dyirik termasuk dosa besar yang tidak dapat diampuni kecuali orang itu bertaubat dan kembali kepada ajaran ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT.

begini kutipan dalam ceramah beliau:

coba kamu sekarang yakinkan kalo makan pasti kenyang kalo minum pasti segar, karena kita kalo tidak makan ya lesu juga sehingga kita hampir pasti meyakini kalo makan itu kenyang.

lo kata pasti ini yang menjadikan syirik, berarti anda menafsirkan kekuatan Tuhan yang bisa membuktikan bisa bikin malaikat tidak makan dan tidak minum bisa hidup.

misalnya kau tanya ‘tapi aku manusia Gus bukan malaikat’, bagi Allah itu sama saja biar kamu manusia biar kamu malaikat kalau bisa makan minum bisa hidup itu karena kekuatannya siapa?, Allah kan.

la kamu sekarang makan bisa hidup karena, kekuatan?, Allah juga kan, jadi bukan karena makanan.

Dalam ceramah beliau juga menjelaskan bagaimana caranya agar saat makan kita tidak meyakini bahwa setelah makan pasti kenyang yakni dengan membaca bismillah, kok bisa?
begini kutipan isi ceramah beliau:
nah untuk menetralisir hukum adat yang sudah mengkerak yang begini(hukum adatyang meyakini bahwa setelah makan pasti kenyang) yaitu solusinya dengan membaca bismillah.

setidaknya kita yakin kalo yang memberikan kita kekuatan itu Allah lewat bismillah.

meskipun secara naif kita secara fatwa fiqih resmi bahwa membaca bismillah itu hukumnya tidak wajib.

tetapi secara hukum tauhid kita wajib membaca bismillah. karena dengan ini kita tdak meyakini kalo makan itu pasti kenyang kalo minum itu pasti segar karena kata pasti ini yang menjadikan syirik karena seakan akan kalo makan ini memiliki kekuatan yang luar biasa.

mangkanya bismillah katanya ulama’ yang katanya ulama’ yang manusia itu bismillahhirrohmannirrohim semua maknanya alqur’an disimpan di alfatihah, alfatihah disimpan di bismilah.

bismillah yang hurufnya berjumlah sembilan belas itu disimpan di tulisan ba’ semua ulama’ itu mengartikan ba’ “bimaasyaa-aallaahu kaan, wa bimaalam yasya’ lam yasya’ lam yakun”artinya sebab kekuasaannya Allah yang ada menjadi ada dan karena saya saja yang tidak ada menjadi ada,

jadi nasibnya rukhin itu ada pada skenarionya Allah, mbahmbahnya rukhin itu yang sudah dipilih sudah ada pada skenarionya Allah.

jadi begitulah pentingnya membaca bismillah, dawuhnya Rosulullah “bismillahi awalahu wa akhirah”, misalnya tengah tengah nya makan baru ingat, ya dibaca bismillah.

karena begini ya, mangkanya syaiton itu muntah muntah karena dengan membaca bismillah kita percaya yang bisa membuat kita kenyang ya karena Allah saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.