Otorita IKN Ajak Investor Kazakhstan Bangun Nusantara

oleh -1858 Dilihat
oleh

SPARTANEWS – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengajak para investor dari Kazakhstan untuk berpartisipasi dalam membangun ibu kota baru Indonesia, Nusantara.

Hal tersebut diutarakan saat dirinya berbicara di Forum Investasi bertemakan “Investing in Indonesia’s Future Capital: Smart and Sustainable Forest City Nusantara” di Astana, Kazakhstan, Selasa (4/7/2023).

Pemerintah Indonesia dikatakan Bambang terus membuka peluang untuk para investor dari luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

“Otorita menyambut kontribusi dalam berbagai bentuk investasi langsung dan public-private partnership (PPP). Kami juga terbuka untuk mengeksplorasi berbagai jenis pembiayaan kreatif, seperti blended financing dan mekanisme crowd funding,” ungkap Bambang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Singapura Investasi di IKN

Baca Juga: Presiden Jokowi Lakukan Lawatan Kerja ke Australia dan Papua Nugini, Bahas Investasi Perdagangan

Bambang menyebutkan bahwa ketertarikan dunia investasi per 28 Juni 2023 tercatat 256 Letter of Intent (LoI) yang diterima OIKN di berbagai sektor, dan menurutnya angka ini akan terus meningkat.

Ketertarikan investasi ini berasal dari 19 negara, dengan 5 negara teratas yang berminat berinvestasi yakni Jepang, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan China, atau terbilang sekitar 50 persen dari perusahaan asing.

Menanggapi soal investasi, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono menjelaskan lebih lanjut terkait 12 sektor penting investasi di Indonesia, 6 di antaranya adalah sektor prioritas teratas yang berfokus pada investasi jangka pendek yakni sektor energi terbarukan, telekomunikasi, transportasi, perumahan, pengolahan air, dan pengolahan limbah. Sektor ini akan menjadi infrastruktur dasar pembangunan hingga tahun 2024.

Sedangkan 6 lainnya adalah sektor prioritas tinggi yang berfokus pada investasi jangka panjang, di antaranya kota praja (township), teknologi, fasilitas kesehatan, infrastruktur komersial, fasilitas pendidikan, dan kawasan industri.

No More Posts Available.

No more pages to load.